[Vignette] Graduation Day

|| Graduation Day ||

Written by Ayumu-Chaan

Jung Wooseok x Kim Umji

Idol-Life, School-Life, Fluff?, AU || Vignette || Teenager

I just own plot and story.

-ooo-

“Hm..” Wooseok bergumam.

Hari ini dia sudah berpakaian dengan sangat rapih. Selasa kali ini sepertinya akan menjadi hari terakhir dirinya memakai seragam sekolah yang didominasi warna kuning itu. Sejujurnya Wooseok kurang suka dengan seragamnya itu, karena itu malah membuatnya terlihat seperti minions tinggi yang berjalan. Tahu minions kan? Kalau kalian tidak tahu karakter film yang sangat terkenal itu, berarti kalian sungguh hidup di jaman purba!

Tapiii… Karena hari ini Wooseok akan resmi lulus dari sekolahnya. Jadi lelaki itu sangat senang. Setidaknya dia akan seharian memakai seragam aneh ini, lalu saat sepulangnya ke dorm ia akan melempar seragam tersebut jauh-jauh darinya.

Wooseok tersenyum. Senyum yang ia pamerkan pada para wartawan kali ini hanya senyum seadanya saja. Tapi yang pasti hatinya begitu membuncah sangat senang. Kilatan sinar blitz terus saja bermunculan. Untunglah Wooseok sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Disamping lelaki itu kali ini ada seorang gadis yang merupakan teman seagensinya, Jang Yeeun namanya.

Tapi ada satu hal lagi yang membuat perasaan Wooseok sangat senang hari ini. Selain kelulusan tentunya.

Wooseok akan bertemu dengan kekasihnya! Yeojachingunya! Gadisnya! Hari ini!

Siapa gadis yang beruntung itu? Tentu saja Umji! Gadis yang merupakan anggota termuda dari girlgroup GFRIEND dan memiliki nama asli Kim Yewon itu.

Tapi fakta pahit yang Wooseok harus terima adalah.. Kekasihnya itu malah mengabaikan dirinya. Ketika mereka berdua keluar dari kelas bersamaan, Wooseok menyapa gadisnya itu. Tapi Umji malah pergi dengan acuhnya. Meninggalkan Wooseok yang malah tiba-tiba dihinggapi teman-teman perempuannya yang berebut ingin selfie bersamanya.

“Menyebalkan.” Wooseok mengerucutkan sedikit bibirnya. Tapi lelaki itu buru-buru mengubah ekspresinya menjadi datar. Bahaya. Sangat berbahaya kalau tiba-tiba ia menggerutu tidak jelas di atas panggung. Ya, saat ini memang Wooseok bersama dengan para idol lainnya menerima penghargaan.

“Rasain tuh dicuekin Yewon!” Sinbi yang berdiri di samping Wooseok itu terkikik geli. Ah, SinBi jadi tidak sabar untuk menceritakan tingkah Wooseok yang seperti ini kepada Umji.

Wooseok menatap Sinbi dengan tajam. Hanya beberapa saat dan ia kembali memalingkan wajahnya. “Ck. Harusnya dia yang sekarang berdiri di sampingku saat ini.”

Wooseok kembali menghela napas. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan melihat Umji yang posisinya begitu jauh. Umji berdiri di posisi paling ujung. Sama seperti dirinya.

Sinbi menggelengkan kepalanya. “Salah sendiri bikin orang ngambek!”

“Apa salahku?” jerit Wooseok pelan.

Sinbi mendelik. “Ayoo mengaku saja deh! Tadi pagi kan kau foto berdua sama Yeeun kan?”

Wooseok membulatkan matanya. “Astaga! Cuma gara-gara itu? Yeeun kan teman satu agensiku.”

“Ya, pokoknya aku tidak peduli. Tapi yang pasti kau harus membuat Umji tidak mengambek lagi!” seru Sinbi. Hampir saja gadis yang tingkahnya agak bar-bar itu mengencangkan suaranya kalau saja ia tidak ingat tempat ia berpijak saat ini.

-ooo-

“Hm..” Umji bergumam.

Kali ini Umji bersama dengan Sinbi duduk di kursi yang terdapat di suatu aula ini. Posisi tempat duduknya paling depan dan tepat berhadapan dengan panggung. Terlihat kepala sekolah mengucapkan pidatonya yang terasa sedikit membosankan. Tapi ini kan akan menjadi pidato terakhir yang akan ia dengar dari sekolah ini.

Walaupun begitu, tetap saja pikiran Umji melayang kesana kemari. Sedikit tidak tega juga sih kalau dia bertingkah cuek pada Wooseok seharian ini. Tapi Umji sebal. Wooseok terlihat seperti playboy. Seharian ini dia terus saja foto bersama para cewek. Kan menyebalkan.

“Sst.. Wooseok ada di belakang lhoo. Nggak mau ngomong sama dia?” bisik Sinbi. Gadis tomboy itu sedikit menoleh ke belakang untuk melihat Wooseok.

Umji menggeleng.

“Biarkanlah.”

“Kasihan lho Wooseok.. Masa kamu tega bertingkah cuek sama pacarmu itu terus?” Kini SinBi mendekatkan wajahnya ke Umji sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hah? Kau pacaran sama Wooseok?”

Baik Umji maupun Sinbi kini sama-sama menoleh kaget ketika melihat suara yang muncul di sisi kanan Umji. SinBi dan Umji menoleh dan mendapati dua lelaki yang menatap mereka dengan bingung.

Dasar Sinbi! Suaranya nggak bisa dikecilin apa?! Batin Umji sebal bercampur cemas. Berharap dua orang yang duduk di samping Umji tidak bertanya lebih jauh.

“Hm.. Siapa kau?” Sinbi mengangkat sebelah alisnya. Gadis itu bertanya-tanya, siapakah pemuda ini? Apalagi dari logat suaranya terdengar seperti bukan dari Korea.

Lelaki yang duduk di samping kanan Umji membulatkan matanya terkejut lalu terkekeh kecil. “Ah, perkenalkan namaku Yanan. Di sampingku ini namanya Yuto. Kita berdua anggota dari grup Pentagon.”

“Pentagon?!” pekik Umji terkejut. Sedangkan SinBi melotot.

“Yap. Dan kita sangat kaget begitu mengetahui fakta yang terjadi di antara hubungan kau dan Wooseok.” Yuto membuka suaranya yang sedaritadi diam.

“Siapa namamu?” tanya Yanan.

“Umji? Kim Yewon?” Umji bertanya-tanya. Kini malah dia yang bertindak seperti orang bodoh.

“Ooh, Umji-ssi.. Bisa ceritakan semuanya pada kami?”

-ooo-

“Ck.” Wooseok berdecak.

Mood buruk sedang menimpa Wooseok. Sekarang Wooseok beserta teman-teman satu grupnya berada di belakang panggung. Mereka akan memberikan perform di acara kelulusan ini.

Di belakang panggung, Wooseok bertemu dengan Umji. Lelaki itu bisa melihat gadis mungilnya sedang bersama dengan teman satu grup gadis itu juga. Mereka juga tampak bersiap-siap. Umji masih tetap saja acuh padanya.

Hingga akhirnya, Wooseok sudah tidak tahan lagi dengan segala kecuekan Umji padanya. Akhirnya lelaki itu akan bertindak nekat demi membuat Umji mau berbicara dengannya. Sekarang gadisnya itu sedang bersiap-siap sebelum tampil di atas panggung.

“Yewon!”

Panggilan dengan suara yang bass serta sedikit keras itu membuat Umji tiba-tiba terdiam mematung. Umji sangat kenal dengan suara itu. Akhirnya dengan ragu-ragu, gadis itu menolehkan kepalanya ke belakang.

Tindakan nekat Wooseok saat ini tentu saja menarik perhatian para hyung-nya yang kini sedang menatapnya dengan aneh. Pengecualian untuk Yuto dan Yanan. Mereka berdua hanya terkekeh kecil ketika melihatnya. Tentu saja pengakuan Umji beberapa waktu yang lalu membuat mereka kini tahu hubungan keduanya yang sebenarnya.

“Hm?”

Umji hanya membalas panggilan itu dengan gumaman. Posisi di antara mereka berdua sebenarnya agak sedikit jauh. Tapi kejauhan itu tetap saja tidak menghalangi mata Wooseok dan Umji untuk saling bertatapan.

Cih, aku benci adegan picisan ini. Batin Sinbi sambil memutar bola matanya dengan malas.

Wooseok sedikit mengigit bibirnya. Ah, ketika dirinya menatap kedua mata bulat itu. Wooseok jadi lupa ingin mengatakan apa pada gadisnya itu.

“Hm.. Semangat~!”

Wooseok mengepalkan tangan kanannya ke udara bermaksud memberi semangat. Tentu saja tingkahnya itu membuat Umji tersenyum kecil. Gadis itu mengangguk dengan pipi yang sedikit merona. Sebenarnya sih ia tidak perlu malu seperti itu. Tapi tingkah yang dilakukan Wooseok membuat para ­unnie-nya jadi menggodanya terus.

Setelah itu Umji memutus kontak mata di antara mereka dan berjalan pergi. Itu karena dia dan grupnya akan melakukan penampilan di atas panggung sekarang.

“Aku tidak pernah melihatmu gugup sebelumnya.” Hui, sang leader Pentagon, mengerutkan keningnya.

“Tumben sekali kamu mau repot-repot mengucapkan semangat pada seseorang yang tidak dekat denganmu. Apalagi gugup begitu.” Hyojong bertanya-tanya.

“Hm, ngomong-ngomong, dia maknae GFRIEND yang imut itu kan?” Kini giliran Hyunggu yang bertanya-tanya.

“Iya. Dia imut.”

Wooseok tersenyum kecil. Kedua manik hitamnya masih saja menatap tempat Umji yang sebelumnya berpijak tadi.

“Hahaha. Sepertinya kamu memang ‘tidak’ dekat dengannya ya..” Jinho sedikit menyindir.

Tidak dekat tapi sebenarnya dekat. Itu berarti ada sesuatu!” seru Changgu.

“Sst! Kalian berisik!”

Seruan dari sang manajer dengan nada sedikit marah itu membuat semua anggota Pentagon terdiam. Wooseok menghela napas lega. Untungnya setelah ini mereka lupa dengan pembicaraan sebelumnya. Para anggota Pentagon kembali melakukan persiapan.

-ooo-

Setelah acara kelulusan selesai, Umji yang awalnya sedang berjalan berbarengan bersama Sinbi untuk menuju parkir, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang.

“Wooseok!” pekik Umji ketika melihat siapa orang yang menarik tangannya itu. Untungnya pekikannya itu tidak terlalu kencang.

Wooseok menaruh jari telunjuknya di bibir.

“Sst..”

Tangan Wooseok yang sebelumnya menarik tangan Umji kini mengubah posisi tangannya dengan menjadi menggengam tangan Umji. Wooseok membawa gadis itu menuju ke ruangan kosong dan sepi. Intinya sepi yang tidak terlalu terlihat oleh orang-orang.

“Jadi ada apa?” tanya Umji malas.

Wooseok mengangkat sebelah alisnya, “Hei, kamu menghiraukan aku selama seharian ini. Terus dengan santainya ngomong kayak gitu?”

“Ya terus mau gimana lagi?”

“Nggak mau ngomong apa-apa dulu sebelum aku pergi?” tanya Wooseok ragu. “Setelah ini jadwal kita berdua semakin sibuk lho. Waktu untuk bertemu sudah pasti sangat jarang.”

Ucapan Wooseok membuat gadis itu termenung. Kedua mata Umji mulai menatap ke lantai, sedangkan bibirnya sedikit mengerucut.

“Banyaaak sekali yang ingin aku katakan padamu. Aku senang dengan pertemuan kita sekaligus kesal. Itu karena kamu selalu aja foto sama cewek. Jangan tebar pesona terus dong!”

Umji mengeluarkan semua keluh kesahnya pada Wooseok. Sedangkan lelaki itu malah tertawa kecil.

“Maaf ya.. Tapi serius, aku nggak berniat lho. Hehe.”

“Hm..” Umji menganggukan kepalanya berulangkali sambil bergumam.

“Oh ya ini..”

Wooseok mengambil sesuatu dari atas meja yang terdapat di ruangan kosong itu. Ternyata sesuatu itu sudah disiapkan sebelumnya. Sebuket bunga.

Wooseok tersenyum lalu memberikan sebuket bunga itu untuk Umji.

“Bunga sebagai tanda selamat untuk kelulusan kita.”

Umji tersenyum. “Terima kasih.”

Umji menerima buket bunga itu. Dihirupnya dalam-dalam wangi yang menguar dari bunga-bunga manis itu. Umji suka. Terutama yang memberikan bunganya. Hehe.

“Oh ya, sudah jam berapa ini? Kayaknya unnie sudah mencariku deh.” Umji menolehkan kepalanya kesana-kemari.

“Baru lima belas menit kita pergi kok. Oh ya, mau berfoto bersama dulu?”

“CALL!” seru Umji semangat.

Setelah mereka berfoto bersama

Setelah mereka berfoto bersama. Umji dan Wooseok sama-sama melihat hasilnya. Mereka berdua saling tertawa ketika melihatnya. Wajah Wooseok yang tampak tersenyum kaku. Sedangkan Umji tetap menampilkan senyuman manisnya. Sebelum mereka benar-benar berpisah, Wooseok mencuri kecupan di pipi Umji membuat gadis itu merona.

.

.

.

-end-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s